FSPMI Karawang Bersama KSPI Gelar Sosialisasi Bahaya Asbes untuk Tingkatkan Kesadaran Pekerja
Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Karawang bersama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar Sosialisasi Bahaya Asbes di Kantor KC FSPMI Karawang, Senin (20/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pekerja mengenai bahaya paparan asbes serta pentingnya upaya pencegahan di lingkungan kerja.
Asbes masih menjadi salah satu bahan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja. Paparan serat asbes dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai penyakit serius, seperti asbestosis, kanker paru, dan mesothelioma. Dampak tersebut umumnya baru muncul bertahun-tahun setelah seseorang terpapar, sehingga upaya pencegahan dan edukasi menjadi sangat penting.
Dalam kegiatan ini, materi disampaikan oleh Pardan dari SPL FSPMI dan Ade Taufik dari SPAI FSPMI. Keduanya merupakan lulusan Training of Trainers (TOT) Bahaya Asbes KSPI yang telah mendapatkan pembekalan untuk menyebarluaskan edukasi mengenai bahaya asbes kepada para pekerja.
KSPI diwakili oleh Marupi, yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan sosialisasi sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan mengenai risiko paparan asbes, cara mengenali potensi bahaya di tempat kerja, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dan rekan kerja.
KSPI bersama FSPMI terus mendorong peningkatan kesadaran mengenai bahaya asbes sekaligus memperkuat kampanye menuju lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari paparan bahan berbahaya. Edukasi kepada pekerja di berbagai sektor diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mencegah munculnya penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh paparan asbes.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KSPI dalam mengembangkan jaringan edukator bahaya asbes melalui program Training of Trainers (TOT), sehingga semakin banyak pekerja yang memahami risiko asbes dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerjanya masing-masing.
