Hari Pertama Rapat Pleno RUU Ketenagakerjaan KSP-PB: Diskusi Berlangsung Intensif hingga Pukul 22.30 WIB
Jakarta, 26 September 2025 – Koalisi Serikat Pekerja – Partai Buruh (KSP-PB) menggelar hari pertama Rapat Pleno pembahasan Pokok-pokok Pikiran RUU Ketenagakerjaan di Park Hotel, Cawang, Jakarta Timur. Diskusi yang dihadiri oleh Presidium, Partai Buruh, konfederasi serikat pekerja, federasi serikat pekerja, serta organisasi kerakyatan ini berlangsung sejak siang hingga malam, berakhir pada pukul 22.30 WIB.
Saya sendiri mengikuti langsung jalannya rapat pleno ini dari awal hingga akhir, menyaksikan dinamika perdebatan dan kontribusi beragam organisasi yang hadir. Diskusi berjalan hangat, penuh argumentasi, namun tetap fokus pada tujuan bersama: merumuskan RUU Ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh dan rakyat pekerja.
Pertemuan di hari pertama membahas secara mendalam rancangan kebijakan ketenagakerjaan yang berpihak pada kaum buruh dan rakyat pekerja. Sejumlah isu strategis yang mengemuka antara lain:
- perlindungan kerja layak,
- kepastian upah minimum,
- penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing yang merugikan,
- jaminan sosial, serta
- hak berorganisasi bagi seluruh pekerja termasuk sektor informal.
Diskusi semakin kaya dengan kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai federasi, konfederasi, dan organisasi rakyat, antara lain:
- R. Abdullah – KEP SPSI
- Ramidi – Sekjen KSPI
- Ilhamsyah – Ketua Umum KPBI
- Hendrik Hutagalung – Sekjen K-SBSI
- Agus Supriyadi – Ketua Umum SBPI
- Agus Ruli Ardiansyah – Sekjen Serikat Petani Indonesia
- Yoshi Erlina – Perempuan Cahaya Indonesia
- Didi Suprijadi – Dewan Pembina FPTHSI
- Ikhsan Raharjo – Ketua Umum Sindikasi
- Dr. Roy T. A. Sihotang, Mars
- Hendry Saragih – Ketua Umum Serikat Petani Indonesia
- Riden Hatam Azis – Presiden FSPMI
- Sonny Pudjisasono – Majelis Rakyat Partai Buruh
- Sunandar – Ketua Umum FSP KEP
- Nani Kusmaeni – Perempuan Cahaya Indonesia
- Idris Idham – Sekjen FSP FARKES KSPI
- Damar Panca Mulia – Sekum KPBI
- Said Salahuddin – Wakil Presiden Partai Buruh
- Sabilar Rosyad – Sekjen FSPMI
- Subiyanto – SP KEP SPSI
- Sofian Abdul Latif – Ketua Umum FSP PARREF
- Kahar Cahyono – Wakil Presiden KSPI
- Iwan Kusmawan – Ketua Umum SPN
- Fredi Sembiring – KSPSI AGN
- Toni Pangaribuan – KSPSI AGN
- Intan – Serikat Pekerja Kampus
Kehadiran lintas sektor mulai dari serikat pekerja, guru, tenaga medis, pekerja transportasi, pekerja rumah tangga, buruh migran, hingga organisasi petani dan nelayan menegaskan bahwa RUU Ketenagakerjaan akan menjadi produk perjuangan bersama, bukan hanya isu buruh industri semata.
“Kami menginginkan sebuah RUU Ketenagakerjaan yang benar-benar melindungi pekerja dan rakyat kecil. Konsolidasi ini adalah langkah penting agar suara buruh, tani, nelayan, guru, ojol, hingga pekerja informal bisa masuk ke dalam substansi rancangan undang-undang,” tegas Said Iqbal Presiden KSPI/Presiden Partai Buruh yang juga Presidium KSP-PB dalam diskusi tadi malam.
Rapat pleno akan berlanjut pada hari ini, (27 September 2025) dengan agenda penyusunan rumusan akhir Pokok-pokok Pikiran RUU Ketenagakerjaan sebagai sikap resmi KSP-PB yang nantinya akan didorong menjadi inisiatif legislasi.
