Berita

KSPI Dorong Kesadaran Pekerja tentang Bahaya Asbestos melalui Sosialisasi di Bogor

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP FARKES REF) dan Federasi Serikat Pekerja ASPEK Indonesia (FSP ASPEK) menyelenggarakan Sosialisasi Bahaya Asbestos di Sekretariat PUK SP FARKES R PT. Darya Varia, Citeureup, Bogor, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kesadaran pekerja mengenai risiko kesehatan akibat paparan asbestos sekaligus mendorong transisi menuju penggunaan bahan yang lebih aman di tempat kerja.

Sosialisasi diikuti oleh pengurus dan anggota serikat pekerja dari berbagai sektor. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai dampak paparan asbestos terhadap kesehatan, pentingnya pencegahan penyakit akibat kerja, serta peran strategis serikat pekerja dalam memperjuangkan lingkungan kerja yang sehat dan aman.

Mewakili KSPI, hadir dalam kegiatan tersebut Kahar S. Cahyono, Wakil Presiden KSPI Bidang Komunikasi dan Digital, Prihanani, Wakil Presiden KSPI Bidang Hubungan Luar Negeri, serta Rizka Septiana, yang membawahi isu Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) di KSPI.

Sesi utama menghadirkan Adam Kaminski dari Union Aid Abroad – APHEDA yang menyampaikan materi “Asbestos Transition to Safer Alternatives in the Asia Pacific.” Dalam paparannya, Adam menjelaskan pengalaman sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik dalam mengurangi penggunaan asbestos dan beralih ke material yang lebih aman sebagai upaya melindungi kesehatan pekerja.

Foto bersama dengan thumblr kampanye Ban Asbestos (Media KSPI)

Selain sesi internasional tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari Kahar S. Cahyono pada sesi pertama yang membahas bahaya asbestos dan pentingnya peran serikat pekerja dalam kampanye penghapusan penggunaan asbestos. Sementara itu, Rita H. Shalya menyampaikan materi pada sesi kedua yang memperkuat pemahaman peserta mengenai upaya pencegahan risiko di lingkungan kerja.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan pengalaman yang disampaikan peserta mengenai penggunaan material yang diduga mengandung asbestos di tempat kerja maupun di lingkungan sekitar. Hal ini menunjukkan semakin meningkatnya kepedulian pekerja terhadap isu keselamatan dan kesehatan kerja.

Melalui kegiatan ini, KSPI bersama FSP FARKES REF dan FSP ASPEK berharap para peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan kerjanya masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat disebarluaskan kepada pekerja lainnya sehingga semakin banyak pekerja yang memahami bahaya asbestos dan pentingnya penggunaan alternatif yang lebih aman.

KSPI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kampanye perlindungan kesehatan pekerja melalui pendidikan, advokasi, dan kerja sama dengan berbagai organisasi nasional maupun internasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan tempat kerja yang sehat, aman, dan bebas dari penggunaan asbestos demi melindungi generasi pekerja saat ini maupun di masa mendatang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *