Berita Suara KSPI

KSPI Perkuat Transformasi Serikat Berbasis Data, Dedy Sanjaya Ikuti Pelatihan Internasional di Bangkok

BANGKOK, THAILAND – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terus mendorong penguatan kapasitas organisasi agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat. Salah satunya melalui partisipasi dalam pelatihan internasional “Building Capacities for Evidence-Driven Trade Union Transformation” yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 10–14 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Dedy Sanjaya mewakili KSPI bersama peserta dari berbagai negara untuk memperkuat kapasitas serikat pekerja dalam membangun transformasi organisasi yang berbasis data, bukti, pengalaman lapangan, serta kebutuhan nyata anggota.

Pelatihan selama lima hari ini menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman antarserikat pekerja mengenai bagaimana penelitian dan pengelolaan bukti dapat digunakan untuk memperkuat berbagai kerja organisasi, mulai dari pengorganisasian, perundingan, advokasi kebijakan ketenagakerjaan, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan pelayanan kepada anggota.

Memperkuat Serikat melalui Data dan Bukti

Pada hari pertama, peserta diajak merefleksikan tantangan yang dihadapi serikat pekerja dalam menghadapi perubahan lingkungan kerja, termasuk perkembangan teknologi dan digitalisasi.

Peserta kemudian diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan organisasi yang dapat dikembangkan menjadi pertanyaan penelitian.

Pendekatan ini penting karena serikat pekerja membutuhkan kemampuan untuk memahami persoalan secara lebih mendalam sebelum menentukan strategi dan langkah organisasi.

Melalui penelitian yang berbasis bukti, serikat dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan anggota, perubahan di tempat kerja, perkembangan hubungan industrial, serta berbagai persoalan ketenagakerjaan.

Practice-Based Research untuk Memperkuat Perjuangan

Salah satu materi penting dalam pelatihan adalah practice-based research, yaitu penelitian yang berangkat dari persoalan dan pengalaman nyata organisasi.

Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai berbagai metode penelitian, antara lain wawancara, focus group discussion (FGD), survei, analisis dokumen, serta pemanfaatan data dan bukti yang dimiliki organisasi.

Bagi serikat pekerja, pendekatan tersebut dapat membantu memastikan bahwa keputusan organisasi tidak hanya didasarkan pada asumsi.

Data dan pengalaman anggota perlu dikumpulkan, dianalisis, dan diterjemahkan menjadi dasar dalam menentukan strategi perjuangan.

Kemampuan tersebut juga menjadi semakin penting ketika serikat pekerja menghadapi perubahan pola kerja, perkembangan teknologi, serta dinamika hubungan industrial yang semakin kompleks.

Digitalisasi dan Pemanfaatan Artificial Intelligence

Transformasi digital menjadi salah satu tema penting dalam kegiatan tersebut.

Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pengorganisasian, komunikasi, pelayanan anggota, hingga tata kelola organisasi.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu alat bantu dalam pendidikan dan penelitian serikat pekerja.

Pemanfaatan AI dapat membantu proses pengolahan informasi dan penelitian. Namun, teknologi tetap harus ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat kerja organisasi.

Pengetahuan, pengalaman, suara, dan kebutuhan anggota tetap menjadi dasar utama dalam menentukan arah transformasi serikat pekerja.

Dari Penelitian Menuju Pembaruan Organisasi

Pelatihan ini tidak hanya berisi pembelajaran teori. Peserta juga mengikuti berbagai sesi praktik, mulai dari menyusun pertanyaan penelitian, merancang penelitian, melakukan peer review, hingga mengembangkan abstrak penelitian.

Pada tahap akhir, peserta diarahkan untuk menghubungkan hasil penelitian dengan proses union renewal atau pembaruan organisasi serikat pekerja.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena serikat pekerja harus terus melakukan evaluasi dan pembaruan agar mampu menjawab perubahan dunia kerja dan kebutuhan anggota.

Bagi KSPI, keterlibatan dalam kegiatan internasional ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus membawa pengalaman baru yang dapat dikembangkan dalam kerja-kerja organisasi di Indonesia.

KSPI Dorong Serikat yang Adaptif dan Berbasis Pengetahuan

Dunia kerja terus berubah. Teknologi semakin memengaruhi proses produksi dan hubungan industrial. Pola kerja berkembang, sementara kebutuhan dan karakter pekerja juga mengalami perubahan.

Situasi tersebut menuntut serikat pekerja untuk memiliki kemampuan membaca perubahan secara cepat dan tepat.

Karena itu, penguatan kapasitas organisasi, pemanfaatan data dan bukti, kemampuan melakukan penelitian, serta penguasaan teknologi menjadi bagian penting dalam membangun serikat pekerja yang tetap relevan.

Melalui partisipasi Dedy Sanjaya dalam pelatihan “Building Capacities for Evidence-Driven Trade Union Transformation”, KSPI berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat dibagikan serta dikembangkan bersama federasi dan anggota serikat pekerja di Indonesia.

KSPI terus mendorong terwujudnya serikat pekerja yang kuat, adaptif, berbasis pengetahuan, dan berorientasi pada kepentingan serta kesejahteraan pekerja.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *