Berita

Sosialisasi Bahaya Asbes SPN Tutup Rangkaian Edukasi di Enam Wilayah

Jakarta, 28 Juli 2026 – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Serikat Pekerja Nasional (SPN) menyelenggarakan Sosialisasi Bahaya Asbes bagi Pimpinan Serikat Pekerja (PSP) SPN Wilayah Banten pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) SPN, Gedung ILP Building, Jalan Raya Pasar Minggu No. 39A Lantai 4, Pancoran, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini menjadi etape terakhir dari rangkaian Sosialisasi Bahaya Asbes yang telah dilaksanakan KSPI bersama federasi afiliasi di berbagai daerah. Sebelumnya, sosialisasi telah diselenggarakan oleh FSP KEP di Depok, SBPI dan FSP PARREF di Kota Bekasi, FPTHSI dan FARKES KSPI di Jakarta, FSP ASPEK dan FARKES REF di Bogor serta FSPMI di Karawang. Dengan terlaksananya kegiatan di SPN ini, rangkaian sosialisasi yang dipandu oleh para alumni Training of Trainers (TOT) Bahaya Asbes KSPI resmi ditutup.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya KSPI untuk meningkatkan pemahaman serikat pekerja mengenai bahaya paparan asbes yang masih ditemukan di berbagai sektor industri. Asbes diketahui dapat menyebabkan berbagai penyakit serius, seperti asbestosis, kanker paru, hingga mesothelioma, yang umumnya baru muncul bertahun-tahun setelah seseorang terpapar. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk mampu mengenali potensi bahaya asbes di tempat kerja serta menjadi agen edukasi di lingkungan kerjanya masing-masing.
Acara diawali dengan sambutan dari Dimas P. Wardhana, Koordinator Project Asbestos KSPI. Dalam sambutannya, Dimas menegaskan bahwa perlindungan pekerja dari paparan asbes harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, serikat pekerja memiliki peran penting dalam membangun kesadaran, mendorong penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta mengawal terciptanya lingkungan kerja yang aman dan bebas dari risiko paparan asbes.

Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Iwan Kusmawan, Ketua Umum SPN. Ia mengapresiasi kolaborasi antara SPN dan KSPI dalam memperkuat kapasitas pengurus serikat pekerja melalui pendidikan mengenai bahaya asbes. Diharapkan para peserta dapat menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada anggota serikat pekerja di perusahaan masing-masing sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih luas.

Memasuki sesi inti, materi mengenai bahaya asbes disampaikan oleh alumni TOT Bahaya Asbes KSPI dari SPN, yaitu Purwanto dan Amri Yahya. Keduanya menjelaskan mengenai jenis dan karakteristik asbes, dampak kesehatan akibat paparan, regulasi yang mengatur perlindungan pekerja, hingga langkah-langkah pencegahan di lingkungan kerja. Penyampaian materi dilakukan secara partisipatif melalui diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat berbagi pengalaman terkait potensi paparan asbes di tempat kerja.

Untuk mengukur efektivitas penyampaian materi, seluruh peserta mengikuti pre-test sebelum sesi dimulai dan post-test setelah kegiatan selesai. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta mengenai bahaya asbes sekaligus menjadi bahan pengembangan program edukasi KSPI di masa mendatang.

Melalui rangkaian sosialisasi yang telah menjangkau berbagai wilayah, KSPI berharap semakin banyak pengurus serikat pekerja yang memiliki pemahaman mengenai risiko paparan asbes dan mampu mendorong penerapan langkah-langkah pencegahan di tempat kerja. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen KSPI untuk melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja serta memperkuat kampanye menuju lingkungan kerja yang bebas dari bahaya asbes.

Program Sosialisasi Bahaya Asbes merupakan bagian dari pelaksanaan Project Asbestos KSPI yang didukung oleh Union Aid Abroad – APHEDA, sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran, perlindungan, dan keselamatan pekerja dari risiko paparan asbes di Indonesia.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *