Berita Workshop

TTM DTDA-KSPI Perkuat Peran Kader Serikat dalam Kampanye Stop Kekerasan Berbasis Gender

Bekasi, 14 Juni 2026 – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Danish Trade Union Development Agency (DTDA) kembali melaksanakan tindak lanjut program Trainers Training Module (TTM) I melalui pelatihan tingkat perusahaan yang berfokus pada penguatan pemahaman hak-hak dasar pekerja dan kampanye Stop Kekerasan Berbasis Gender (KBG) di tempat kerja.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan perusahaan ini merupakan bagian dari praktik lapangan peserta TTM DTDA–KSPI setelah mengikuti pelatihan pelatih sebelumnya. Para kader serikat pekerja yang telah mendapatkan pembekalan metodologi pendidikan serikat diberikan kesempatan untuk mengimplementasikan materi secara langsung kepada anggota di tingkat basis.

Salah satu peserta praktik lapangan, Khoiril Anwar dari Serikat Pekerja Nasional (SPN), mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan materi hasil pembelajaran selama mengikuti Trainers Training Module (TTM) I. Di hadapan peserta lainnya, Khoiril menyampaikan pembahasan mengenai hak-hak dasar pekerja serta pentingnya mencegah kekerasan berbasis gender di tempat kerja. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan mengajak peserta berdiskusi mengenai berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi yang masih kerap terjadi di lingkungan kerja.

Sesi tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi kemampuan peserta untuk mengukur kapasitas mereka sebagai calon trainer pendidikan serikat pekerja. Melalui praktik ini, para peserta diharapkan mampu menjadi fasilitator yang kompeten dan dapat mereplikasi pendidikan serikat kepada anggota di tingkat perusahaan maupun daerah, sekaligus memperkuat kampanye perlindungan pekerja dan pencegahan kekerasan berbasis gender di lingkungan kerja.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai hak-hak dasar pekerja, pentingnya kebebasan berserikat, kesetaraan gender, serta langkah-langkah pencegahan kekerasan dan pelecehan berbasis gender di lingkungan kerja. Isu ini menjadi semakin penting karena masih banyak pekerja, khususnya perempuan, yang menghadapi berbagai bentuk diskriminasi maupun kekerasan di tempat kerja.

Program TTM yang dikembangkan KSPI bersama DTDA merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas kader serikat pekerja agar mampu menjadi fasilitator pendidikan yang efektif di tingkat perusahaan maupun daerah. Berbagai pelatihan yang telah dilaksanakan sebelumnya menekankan pentingnya kaderisasi, penguatan kemampuan fasilitasi, serta pengembangan materi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pekerja.

Melalui kegiatan tindak lanjut ini, para peserta tidak hanya belajar menyampaikan materi, tetapi juga membangun ruang diskusi yang partisipatif sehingga anggota serikat dapat memahami persoalan ketenagakerjaan secara lebih mendalam dan terlibat aktif dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, setara, dan bebas dari kekerasan.

KSPI meyakini bahwa pendidikan serikat pekerja merupakan salah satu instrumen penting untuk memperkuat kesadaran kolektif pekerja. Dengan semakin banyak kader yang mampu memberikan pendidikan di tingkat basis, diharapkan kampanye penghentian kekerasan berbasis gender dapat menjangkau lebih banyak pekerja dan menjadi bagian dari budaya kerja yang menghormati martabat serta hak asasi setiap pekerja.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen berkelanjutan KSPI dan DTDA dalam membangun organisasi serikat pekerja yang inklusif, demokratis, dan responsif terhadap berbagai tantangan dunia kerja modern, termasuk isu kesetaraan gender dan perlindungan terhadap pekerja yang rentan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *